Karhutla Hanguskan 18 Hektare Lahan Perhutani di Jampangtengah Sukabumi

Bagikan
10 Agustus 2026 | Author : Aulia Fatimah Sari
Foto: Sumber : Istimewa
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar 18 hektare lahan Perum Perhutani di Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 65 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
SUKABUMI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Perum Perhutani, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 18 hektare lahan yang didominasi vegetasi alang-alang serta sisa material kayu dan ranting kering.

Peristiwa kebakaran diketahui setelah warga Kampung Cikurutuk melihat adanya titik api di area bekas tebangan. Api kemudian membesar sehingga penanganan awal oleh petugas di lapangan membutuhkan dukungan personel tambahan.

Pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas Perhutani, masyarakat, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Polsek Jampangtengah, Koramil Jampangtengah hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jampangtengah.

Sebanyak 65 personel dikerahkan dalam proses penanganan. Mereka terdiri dari unsur Polhut, mandor dan Tenaga Ahli Daya (TAD) BKPH Bojonglopang, masyarakat dan LMDH Makmur, anggota Polsek serta Koramil Jampangtengah, dan personel BPBD.

Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih 14 jam 30 menit. Petugas melakukan pemadaman secara langsung di titik-titik api, membuat ilaran atau sekat bakar, serta menggunakan sejumlah peralatan yang tersedia di lapangan.

Berdasarkan keterangan petugas, seluruh titik api kemudian berhasil dipadamkan. Namun, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran susulan.

Sebelumnya, pada Senin pagi (10/8/2026), masih ditemukan sejumlah titik yang mengeluarkan asap dan bara kecil dari sisa tunggul serta kayu bekas tebangan. Api disebut tidak lagi merambat ke area lain.

Kepala Desa Bojongjengkol Nirwana mengatakan kawasan yang terbakar merupakan area bekas penebangan pohon pinus yang masih menyisakan ranting, dedaunan kering, dan potongan kayu. Kondisi tersebut membuat material di lokasi mudah terbakar, terlebih saat musim kemarau.

Lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan medan yang cukup terjal. Kondisi tersebut juga menjadi kendala dalam proses pemadaman karena kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau langsung titik kebakaran.

Meski terjadi di kawasan hutan, kebakaran tersebut dilaporkan tidak mengancam permukiman warga karena lokasi kejadian berada cukup jauh dari kampung.

Hingga proses penanganan selesai, petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Peristiwa ini menjadi perhatian di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi dan material kering.

Editor : Aulia Fatimah Sari
Baca Juga
• Lumpur Sidoarjo Meluas, Warga Khawatir Akses Jalan Terdampak
• Kebakaran Hebat Melanda Pergudangan Centra Kosambi Tangerang, Asap Tebal Membubung
• Karhutla Hanguskan 18 Hektare Lahan Perhutani di Jampangtengah Sukabumi
• Kebakaran Bromo Meluas, Seluruh Akses Wisata Ditutup Sementara
• Mall Nipah Makassar Dilanda Kebakaran, Api Berhasil Dipadamkan
#kabarsukabumi#karhutla #jampangtengah #sukabumi #kebakaranhutan #kebakaranlahan #perhutani #bojongj
Kabarsukabumi.com adalah portal berita dan informasi Sukabumi yang menyajikan berita terbaru seputar peristiwa, pemerintahan, ekonomi, bisnis, pendidikan, kesehatan, olahraga, teknologi, dan gaya hidup secara cepat, akurat, dan terpercaya.
2026 KabarSukabumi.com, All Right Reserved