Kondisi kawasan Lumpur Sidoarjo kembali menjadi perhatian setelah beredar video yang memperlihatkan material lumpur di sekitar akses jembatan bambu. Namun, waktu pengambilan video dan adanya perluasan terbaru masih perlu dikonfirmasi.
SIDOARJO – Kondisi kawasan Lumpur Sidoarjo kembali menjadi perhatian setelah beredar video yang memperlihatkan material lumpur di sekitar akses jembatan bambu yang digunakan masyarakat.
Dalam video yang diunggah akun Instagram Kabar Sukabumi, material lumpur tampak berada di sekitar pepohonan dan mendekati area jalur jembatan. Unggahan tersebut mencantumkan sumber video @alyadps1.
Kondisi tersebut disebut menimbulkan kekhawatiran warga apabila material lumpur terus meluas dan berdampak terhadap akses masyarakat.
Namun, berdasarkan penelusuran, belum ditemukan keterangan resmi yang memastikan waktu pengambilan video tersebut maupun apakah kondisi dalam rekaman merupakan perluasan lumpur yang terjadi pada Agustus 2026.
Meski demikian, kawasan Lumpur Sidoarjo memang menghadapi persoalan tanggul dalam beberapa waktu terakhir. Pada Juli 2026, Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) melakukan penanganan darurat di titik 10D setelah muncul rembesan dan luberan di kawasan tersebut.
PPLS menyebut penurunan permukaan tanah di sejumlah titik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tanggul. Pada titik tertentu, penurunan tanah dilaporkan mencapai rata-rata sekitar 0,5 meter per tahun.
Kondisi tersebut mendapat perhatian karena kawasan tanggul berada di sekitar infrastruktur penting, termasuk Jalan Raya Porong dan jalur kereta api. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian juga telah mengkaji kemungkinan pengalihan jalur kereta api dari kawasan yang dinilai memiliki risiko amblesan tinggi.
Sementara itu, laman resmi Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo masih mencatat aktivitas pemantauan dan mitigasi di kawasan tersebut. Pada Juli 2026, PPLS juga melakukan penguatan koordinasi untuk menghadapi risiko bencana di kawasan lumpur.
Hingga kini, informasi mengenai kondisi dalam video yang beredar masih memerlukan konfirmasi lapangan untuk memastikan lokasi, waktu pengambilan gambar, serta dampaknya terhadap akses masyarakat.
Kabarsukabumi.com adalah portal berita dan informasi Sukabumi yang menyajikan berita terbaru seputar peristiwa, pemerintahan, ekonomi, bisnis, pendidikan, kesehatan, olahraga, teknologi, dan gaya hidup secara cepat, akurat, dan terpercaya.